Pribumisasi Budaya Melayu Belitong

Judul: Ngenjungak Republik Kelekak; Penulis: Fithrorozi; Penerbit: Kaukaba, Yogyakarta; Cetakan: I Februari 2011; Tebal: 268 halaman; Harga: 50.000,-

Adalah suatu kebanggaan bila ada anak muda masih mau menatap ‘benang kain’, mengingat ‘rempun cabik-kampung hala­m­an’, mengangkat ‘batang terendam- ilmu masa lampau’ kam­pung halamannya. Ketika generasi berkembang, peradaban pun ber­ubah dan cenderung membuat budaya lama terabaikan, ter­gan­ti dengan nilai-nilai cepat saji.

Nampaknya penulis memahami kerisauan generasi tua soal zaman yang berubah, soal nilai-nilai kearifan dan pengetahuan lokal yang cenderung diabaikan. Harus diakui bahwa peradaban merubah tatantan adat dan budaya adalah sebuah konsekuensi, namun bukan berarti nilai-nilai lama serta merta menjadi lusuh. Setidaknya penulis mampu menghadirkan tokoh khatib, Kik Lebai berikut petuah kearifan dalam cerita “Ngenjungak Republik Kelekak” ini.

Karenanya kami yang bernaung di bawah Lembaga Adat Belitong mewakili penggawe-pengawe adat di kampung mengucapkan terima kasih atas upaya merekam jejak adat tradisi budaya masarakat Melayu Belitong. Rekam jejak itu terlihat dari potret kehidupan masarakat, mitologi yang mampu dimaknai dari sudut pandang masa kini, serta terlihat dari upaya menggali norma-norma agama dan sosial yang dulu pernah ber­kem­bang namun kini telah hampir punah. Kesan itu tersirat di­balik apa yang tersurat dalam buku ini.

“Ngenjungak Republik Kelekak” terasa pas untuk meng­ak­tualisasikan budaya Melayu Belitong saat ini. Apa yang terucap menggambarkan pola pikir, karenanya tata bahasa dan tata tutur yang teratur memperlihatnya jati diri.

Mudah-mudahan dengan membaca buku ini terbuka pintu hati kita untuk turut menggali dan melestarikan budaya Belitong yang lebih luas, termasuk adat istiadat dengan seribu satu makna yang terkandung didalamnya.

Bak pepatah, crapta manan verba volan-yang terucap akan sirna, yang tertulis kekal abadi. Tradisi lisan akan segera sirna tetapi dengan berkembanganya budaya tulisan, budaya dan adat istiadat tidak dengan mudah punah.

Tanjongpandan, Januari 2011

H. Sjachroelsiman
Ketua Pembina Adat Kabupaten Belitong

 

Advertisements

3 responses to “Pribumisasi Budaya Melayu Belitong

  1. Di mana saya bisa beli buku ini. . ?

  2. Buku apik iki, Kang… semoga laris….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s